Kereta Bayi

Menjadi anak yatim tentu bukanlah hal yang diinginkan semua orang, semua anak didunia ini pasti berharap memiliki keluarga yang lengkap. Tapi harapan ini tidak berlaku kepada Gita, anak kelas 2 smp yang sudah kehilangan ayahnya sejak dia berusia 1 tahun.

Gita tidak pernah merasakan bagaimana rasannya kasih sayang dari ayah, dari kecil ibu nya merangkap peran sebagai sosok ibu sekaligus ayah, harus menjadi tulang punggung keluarga dan juga harus menggurus segala pekerjaan rumah tangga. Ibunya bekerja sebagai guru disekolah yang dekat dengan rumahnya, gajinya pun hanya cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Tetapi untungnya, gita adalah sebuah anak yang pengertian, dia tidak pernah mengeluh akan kondisi dari orang tuanya, sebaliknya dia membantu ibunya untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci baju, menyapu rumah, membereskan rumah dan lain sebagainya.

Suatu hari gita sedang membereskan gudang yang berada dirumahnya, tiba-tiba dia menemukan ada sebuah benda yang berukurang cukup besar ditutupi oleh kain putih. Karena rasa penasarannya yang tinggi, ia pun berjalan kesana dan dengan perlahan membuka kain putih tersebut, dan ternyata itu adalah sebuah kereta bayi yang sudah usang. Ia pun sangat heran sekali, kenapa ada kerata bayi didalam gudang, untuk apa ibu menyimpannya? 

Malam hari pun tiba, saat mereka sedang makan bersama, gita pun langsung bertanya kepada ibunya : " ibu, pada saat tadi saya sedang merapikan gudang, saya melihat ada sebuah kereta bayi, apakah itu kereta yang digunakan pada waktu saya kecil?

Ibunya tiba-tiba terdiam, suasananya pun tiba-tiba menjadi sangat hening sekali, hanya terdengar suara kipas angin yang sedang berputar. Sang ibu pun meletakan sendok dan garpunya keatas meja, sambil mengenggam tangan sang putri ia pun berkata : " nak, sebenarnya ibu tidak mau menceritakannya sekarang, tetapi karena kamu sudah bertanya, ibu akan mencerita tentang kereta bayi tersebut."

Muka gita pun dipenuhi dengan rasa penasaran, ada apa dengan kereta bayi tersebut, kenapa muka ibu begitu serius membahas kereta bayi itu ; banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul didalam pikiran gita.

Ibu pun menghela nafas sekali dan berkata : " Kereta bayi itu adalah peninggalan dari ayah kamu, pada waktu itu.... " Ibunya pun perlahan-lahan meneteskan air mata, bibir sang ibu pun bergetar dan tak sanggup mengeluarkan kata-kata.

Melihat ibunya seperti itu, gita pun segera memeluknya dan berkata : " Sudah bu tak usah diceritakan lagi"

Didalam pelukan sang anak, ibunya pun berkata dengan suara yang gemetar seperti orang yang mengigil : " Pada saat kamu berusia satu tahun, kamu, ibu dan ayah sedang pergi berlibur kesuatu tempat, menggunakan kereta bayi tersebut untuk membawa kamu bertamasya. Pada saat sedang berada dipinggir jalan, tiba-tiba ada mobil yang hilang kendali dan mengarah ke arah kamu. Dengan cepat, ayahmu pun menggunakan badannya untuk melindungi kereta bayi tersebut. Tapi mobil tersebut tidak sempat mengerem dan akhirnya menabrak ayah kamu. Kalian berdua pun terguling lumayan jauh, tetapi ayahmu tetapi memeluk erat kereta bayi tersebut sembari menahan agar kamu tidak keluar dari kereta tersebut. Dan ajaibnya kamu bisa selamat tanpa terluka sedikit pun, tetapi ayahmu karena tabrakan yang cukup keras, tulang punggunya pun patah semua dan pada saat dilarikan dirumah sakit ayahmu pun meninggal."

Setelah mendengar cerita dari sang ibu, gita pun sangat terkejut air matanya pun tidak terbendung lagi, sambil memeluk lebih erat lagi ibunya, gita pun berkata : "Saya akan lebih menjaga ibu lagi, demi ayah yang sudah mengorbankan nyawanya untuk saya."




Komentar