Terimlah Kondisi Saudara Kita Apa Adanya


Dedi adalah seorang sarjana yang sedang melanjutkan S2nya. Dalam hidupnya ia selalu berprinsip untuk mencari yang terbaik, termasuk dalam pergaulannya. Seringkali Dedi menolak temannya yang ingin main kerumahnya karena ia memiliki seorang adik yang autis.

Seringkali Dedi memarahi adiknya dengan berbagai kata-kata kasar yang tidak pantas diucapkan seorang kakak kepada adiknya. Sampai suatu ketika Dedi mendapat kabar bahwa adiknya tertabrak dan sekarang dalam keadaan yang sekarat.

Dari keterangan ibunya, waktu itu teman-teman dedi datang kerumah. Saat itu hanya ada adiknya seorang diri dirumah. Adiknya pergi dari rumah dan terjadilah kecelakaan tersebut.

Terbaringlah lemah diranjang dalam keadaan sekarat, adiknya membisikkan sesuatu kepada dedi : "Kakaku yang baik hati, aku harap engkau jangan marah kepadaku. Aku sudah berusaha agar teman-teman kakak tidak melihatku. Semoga kakak bahagia." Setelah itu ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Dalam keadaan tertekan dedi menyesal. Ia ingat dulu pernah berkata dengan nada mengancam pada adiknya " jika teman-temanku datang maka kamu harus segera menyembunyikan diri. Bahkan kalau perlu kamu harus pergi dari rumah. Aku tidak mau teman-teman mengejekku karena memiliki seorang adik autis."

Saudara Kandung adalah sebuah pusaka yang tak tergantikan. Seburuk apapun kondisi saudara kita, janganlah kita mengeluh dan bersyukurlah telah diberikan sebuah adik atau kakak untuk menemani kita bermain. Janganlah suatu hari kita menyesal karena tidak sempat setulus hati menyayanginya. Ingatlah, penyesalan selalu datang terlambat.
loading...

Comments